Rahasia Parity Error pada Void Cube

Pada saat memainkan void cube (rubik bolong), ada kalanya kita menemukan parity error, yaitu kondisi di mana ada dua piece rubik yang tidak bisa diselesaikan dengan rumus apapun. Cara menyelesaikannya adalah dengan memutar layer pertama dari layer kedua sebanyak satu putaran (satu putaran dalam rubik tentu saja 90 derajat, bukan 360 derajat). Setelah itu baru kita ulangi lagi dari layer kedua, yaitu membereskan edge-edge pada layer kedua, dan seterusnya.

Sebenarnya, apa yang terjadi pada saat parity error? Perhatikan gambar rubik berikut:

Itu adalah salah satu contoh keadaan parity error. Kita lihat, yang menjadi akar masalah adalah center yang tidak sesuai dengan edge dan corner di sekelilingnya, atau lebuh tepatnya edge dan corner yang tidak sesuai dengan center (karena center tidak bisa berubah, selalu konstan). Karena pada void cube tidak ada center, maka kesalahan ini pun tidak tampak.
Nah, setelah tahu biang keroknya, mari kita coba menyelesaikan edge dan corner dengan centernya masing-masing. Caranya? Tettu saja dengan memutarnya antara layer 1 dan layer 2.

sehingga menjadi:

Setelah itu, selesaikanlah seperti biasa, dimulai dari layer 2. Selesai, kan? Tentu saja.
Itu yang terjadi jika kita memutar layer 1 agar sesuai warnanya dengan center di layer 2. Masalahnya, pada void cube kan kita tidak tahu warna centernya? Tentu saja. Kalau tahu warnanya ya tidak akan ada parity error, dan bukan void cube namanya. Jadi, bagaimana caranya agar kita tahu mau memutar kemana agar layer 1 sesuai dengan center pada layer 2? Tenang saja. Lihat apa yang terjadi jika kita memutar rubik pada gambar 1 dengan arah yang berlawanan dari gambar 2:


menjadi

Lalu coba kita selesaikan mulai layer 2. Hasilnya?


Dan jika kita abaikan centernya, maka menjadi void cube yang sudah terselesaikan. Berhasil!
Kesimpulannya, pada void cube, parity error TIDAK terjadi pada saat (tentu saja) edge dan corner sesuai dengan centernya (yang tidak terlihat), dan pada saat warna edge dan corner sesuai dengan warna center yang berseberangan. Itulah mengapa ketika menjumpai parity error, kita harus memutarnya 90 derajat searah atau berlawanan arah jarum jam. Dengan memutarnya. kita akan mendapatkan kondisi di mana corner dan edge sesuai dengan center atau center yang berseberangan.

Catatan:

Sekedar mengingatkan, kondisi yang saya uraikan di atas hanyalah salah satu contoh, yaitu jika center putih (sisi bawah) sudah menghuni tempatnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Live Chat

Join the Live Chat