Mengapa di Puncak Gunung Udara Terasa Lebih Dingin?

Pertanyaan ini sering tersirat dan terucap oleh kita. Aneh ya, dataran tinggi bahkan gunung yang ‘seharusnya’ lebih panas karena ‘lebih dekat’ dengan matahari, mengapa justru lebih dingin? Lebih dekat? Benarkah puncak gunung lebih dekat ke matahari dibanding dataran rendah di sekitarnya? Sebenarnya tidak juga. Dataran tinggi bisa lebih dekat dengan matahari, tapi juga bisa lebih jauh. Hah?

Ya, tentu saja puncak gunung lebih dekat ke matahari dibandingkan dataran rendah di sekitarnya, tapi itu berlaku hanya di siang hari saja kan? Sewaktu malam hari, justu puncak gunung lebih jauh dari matahari dibanding dataran rendah.

Kembali ke pertanyaan tadi: “mengapa puncak gunung lebih dingin, padahal lebih dekat dengan matahari?”. Ini adalah pertanyaan yang tidak tepat (udah nanya, salah lagi!). Jika udara di puncak gunung terasa dingin di siang hari dan panas di malam hari, mungkin pertanyaan ini tepat diajukan. Tapi nyatanya pada malam hari pun – pada saat matahari lebih jauh – udara di puncak gunung tetap lebih dingin, bahkan lebih dingin.

Rata-rata jarak bumi dari matahari adalah 149.6 juta kilometer, bisa lebih jauh – bisa lebih dekat. Nah, sekarang kita lihat ketinggian gunung-gunung yang ada di bumi kita. Ketinggian gunung-gunung yang kita ‘miliki’ hanya berkisar 2 sampai 8 km, yang tertinggi Everest di Himalaya berketinggian 8.840 meter dari permukaan laut. Sekarang kita hitung selisih ketinggian puncak gunung dengan dataran rendah, berapa? Yah, kira-kira 2-8 km juga, jika dirata-ratakan 5 km. Berarti selisih jarak puncak gunung ke matahari dibanding selisih jarak dataran rendah ke matahari pun segitu. 5 km disandingkan dengan 150 juta km? Hadeh… itu boleh dikatakan tidak ada. Tidak ada bedanya jarak dataran rendah dan puncak gunung ke matahari!

Jika jarak bukan penyebabnya, lalu apa donk?

Mari kita buka lagi buku pelajaran Kimia di SMA. Kita pernah belajar Stokiometri kan? Saya sendiri cuma ingat judulnya, dan isinya tidak sama sekali 😀 Di sana ada Persamaan Gas Ideal yang rumusnya:

PV   =   nRT

di mana

P  =  tekanan (atm)
V  =  volume (L)
n  =   mol zat
R  =  0,0082
T  =  suhu (0K)
Apa hubungannya dengan suhu udara puncak gunung?
Semakin jauh dari permukaan bumi, tekanan udara semakin kecil. Kita lihat dalam formula di atas, P (tekanan) dan T (suhu) berbanding lurus. Semakin tinggi tekanan udara, maka suhunya semakin tinggi, dan sebaliknya. Rumus itu tentu saja hanya bisa dipakai untuk menghitung angka pastinya pada ruang tertutup, karena pada tempat terbuka kita tidak tahu berapa nilai V. Tapi perbandingan temperatur dan tekanan udara tetaplah berlaku pada tempat terbuka. Itulah yang terjadi di puncak gunung. Tekanan udara di puncak gunung lebih rendah dibanding dataran rendah di sekitarnya, yang berakibat suhu di sana lebih rendah (dingin).
Wassalam 🙂

3 Responses to Mengapa di Puncak Gunung Udara Terasa Lebih Dingin?

  1. Makasih ya udh bisa menyelesaikan rasa keingintahuan saya

  2. wooooowwww…. mantap
    makasih atas ilmu nya ..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Live Chat

Join the Live Chat