Mengapa Ayam Tak Bisa Terbang?

Jawabannya tentu saja bukan karena aerophobia (takut terbang) atau acrophobia (takut ketinggian), tapi karena memang ayam tak mampu melakukannya. Pertanyaannya: mengapa? Bukankah beliau juga memiliki sayap seperti burung? Morfologinya mirip, sama-sama punya sayap. Lalu mengapa kemampuan terbangnya beda?

Untuk terbang, tidak ‘sembarang sayap’ yang dibutuhkan. Tentunya ada beberapa syarat supaya hewan tersebut bisa terbang. Syarat pertama adalah ukurannya. Untuk mengangkat tubuhnya, sayap harus memiliki luas yang cukup. Semakin berat beban tubuh yang harus diangkat, semakin lebar sayap yang dibutuhkan. Coba perhatikan ukuran sayap burung dan bandingkan dengan badannya. Dengan tubuh yang relatif kecil mempunyai sayap yang panjang membentang. Sedangkan ayam? Silakan bandingkan.

Syarat kedua adalah kecepatan kepakannya. Seperti kipas angin, semakin kencang putarannya maka angin yang dihasilkan semakin besar, begitulah analoginya. Jadi, percuma saja ukuran sayap besar jika kepakannya lemot. Inilah yang terjadi pada ayam. Tidak seperti burung yang bisa mengepak lebih kencang, kepakan ayam terlalu lemah sehingga tidak memungkinkannya untuk mengangkat tubuhnya.

Yang ketiga adalah kekuatannya. Meskipun, seandainya ayam bisa mengepakkan sayapnya dengan kecepatan tinggi, maka yang terjadi adalah bulu-bulu sayapnya rontok. Ya, sayap ayam tidak sekuat sayap burung yang memang diciptakan untuk alat terbang.

Nah, itulah sebabnya ayam tidak bisa terbang. Jadi… Apa donk gunanya sayap ayam? Yah, paling tidak bisa digoreng, disemur, atau digulai……

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Live Chat

Join the Live Chat