Seekor Lalat yang Menghentikan Kereta (3)

Meski sudah mengambil kesimpulan sendiri, tetap saja saya belum merasa puas. Apalagi ketika tiba-tiba terlintas di pikiran saya gambar grafik kecepatan lalat terhadap waktu. Begini yang saya gambarkan sebelumnya…

 

Tapi kemudian saya bingung sendiri. Perhatikan perubahan nilai v2 sesaat sebelum tumbukan sampai saat tumbukan, dan perubahan nilai v2 saat tumbukan sampai sesaat setelah tumbukan. Kecepatan berubah drastis tanpa memutus grafik. Pertanyaannya, dari gambar yang tidak terputus jelas ada nilai percepatan, yang biasa kita simbolkan dengan a. Tapi kok bisa? Kapan percepatan itu terjadi? Saya protes pada diri sendiri. Seharusnya tidak ada! Dan grafik harus terputus, dari v2 awal, ke v2=0 (saat tumbukan) ke v2=v1. Tunggu dulu… Jika v2 bisa melompat dari kecepatan awal menuju v2=0, mengapa tidak bisa melompat langsung ke v2=v1? Begini penggambarannya:

Kita bisa lihat, di situ grafik terputus. Nilai v2, dari kecepatan awal langsung berubah ke v2=v1. Apa grafik ini bisa diterima? Bukankah waktu tidak bisa terputus? Ya, waktu memang tidak boleh terputus, dan grafik di atas tidak menunjukkan waktu yang terputus. Yang terputus adalah kecepatannya. Jadi menurut saya, kecepatan lalat langsung berubah tanpa ada percepatan. Bukannya bermaksud sok pintar. Saya hanya penasaran, dan itu yang hasil yang saya dapatkan dari penalaran logis saya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Live Chat

Join the Live Chat