Julian, Gregorian, dan Tahun Masehi

Selamat Tahun Baru 2016…….

Mumpung masih hari pertama awal tahun, kali ini saya posting tentang tahun, yaitu kalender yang saat ini paling umum digunakan, kalender Masehi.

Tahun Masehi yang kita gunakan saat ini menggunakan sistem penanggalan Gregorian. Lho bukannya Kalender Gregorian itu identik dengan Tahun Masehi? Tidak tepat sama. Dahulu, sebelum tahun 1582 Tahun Masehi menggunakan Kalender Julian. Apa lagi itu Kalender Julian?

Sebelum tahun 45 SM, penanggalan di Kekaisaran Romawi disebut sebagai era bingung. Pada saat itu, jumlah hari pada tahun normal adalah 355 hari, padahal mereka menggunakan Penanggalan Syamsiah, yaitu penanggalan yang mengikuti revolusi bumi terhadap matahari. Kita tahu, masa revolusi bumi terhadap matahari adalah 365,25 hari. Untuk menggenapkannya, maka bangsa Romawi (atau penguasa) menyelingi dengan tahun kabisat. Tahun kabisat pada saat itu terdiri atas 13 bulan (tahun normalnya  12 bulan). Satu bulan yang berisi 27 hari disisipkan di antara bulan Februari dan Maret).  Pada tahun kabisat ini juga, bulan Februari yang normalnya 28 hari menjadi 23 atau 24 hari. Membingungkan bukan?

Bukan hanya itu saja yang membuat bingung, Dalam penerapannya pun, penanggalan di Kekaisaran Romawi pada saat itu nyatanya lebih dipengaruhi oleh hal politis. Untuk menentukan tahun kabisat, maka Pontifex (pemimpin agama tertinggi) yang mempunyai wewenang. Nah, dalam penentuan ini sang Pontifex kadang (atau sering) menghilangkan tahun kabisat pada saat pada saat penguasanya adalah lawan politik atau orang yang tidak disukainya, dengan maksud agar masa jabatannya lekas berakhir; atau sebaliknya, pada saat orang terdekatnya (atau bahkan dia sendiri) yang menjadi penguasa, setiap tahun akan ada tahun kabisat agar masa jabatannya lebih panjang.

Hal ini membuat penanggalan pada saat itu benar-benar membingungkan. Hingga pasa saat Julius Caesar berkuasa, beliau menambahkan 90 hari dalam satu tahun untuk lebih mendekati ketepatan musim. Bukannya menyelesaikan masalah, justru ini membuat kalender semakin kacau.

Akhirnya dengan saran seorang astronom bernama Sosiogenes, sang Caesar menetapkan kalender tetap yang tidak bisa seenaknya diubah oleh siapa saja. Kalender ini berisi 12 bulan dalam satu tahun, setiap 4 tahun berlaku kabisat, dengan jumlah hari 365 hari pada tahun normal  dan 366 hari pada tahun kabisat.

Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan, penghitungan masa revolusi bumi terhadap matahari pun semakin akurat. Pada masa Julius Caesar, masa revolusi bumi diketahui sebagai 365,25 hari atau 365 hari 6 jam. Tapi belasan abad setelahnya diketahui perhitungan yang lebih akurat akan masa revolusi bumi yaitu 365 hari 5 jam 48 menit 46 detik; selisih 11 menit 14 detik dari penanggalan Julian. Mari kita hitung, dari tahun 45 SM sampai tahun 1582 berarti 1627 tahun. Nah, 1627 x (11 menit 14 detik) = 18276 menit = 304 jam = 12,69 hari. Sudah selisih jauh bukan?

Untuk mengatasinya, maka tahun kabisat dikurangi setiap seratus tahun kecuali seratus tahun ke-4. Dengan kata lain, tidak ada tahun kabisat pada tahun kelipatan 100 kecuali tahun itu juga adalah kelipatan 400. Misalnya tahun 1900, 2100, 2200 bukanlah tahun kabisat; sedangkan tahun 2000, 2400, 2800 adalah tahun kabisat. Dengan begini, penanggalan akan lebih tepat meskipun masih tidak tepat benar. Silakan hitung sendiri untuk mengeceknya.

Pada tahun 1582, mulailah Kalender Gregorian digunakan. Untuk memperbaiki ‘kesalahan yang dibuat oleh kalender Julian’, maka pada tahun ini, setelah tanggal 4 Oktober (Kamis) maka langsung lompat ke tanggal 15 Oktober (Jumat), atau lompat 10 hari (seharusnya 5 jadi 15). Pada perhitungan yang saya cantumkan di atas seharusnya 12, mengapa hanya 10 hari? Ini karena penyesuaian tidak didasarkan pada masa Julius Caesar sebagai acuan, melainkan acuannya adalah masa Konsili Nicaea I tahun 325.Mari kita hitung, dari tahun 325 ke 1582 = 1257 = 14120 menit = 235,338 jam = 9,8 hari.

Lalu bagaimana dengan Tahun Masehi? Jika Kalender Julian ada sejak 45 SM dan Kalender Gregorian baru ada pada tahun 1582, lalu Tahun Masehi itu apa? Sesuai dengan namanya, Tahun Masehi itu hanya menunjukkan angka dimulainya Tahun Masehi itu, yaitu tahun kelahiran Isa Almasih ditetapkan sebagai tahun 1 (tentu saja ini terlepas dari kontroversi yang ada), jadi ini bukan sistem penanggalannya. Seperti halnya Tahun Hijriah. Sistem penanggalan Qomariah sudah ada sejak dulu, namun tahun hijrahnya Nabi Muhammad dan para sahabat ke Madinah sebagai tahun 1, sehingga dinamakan Tahun Hijriah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Live Chat

Join the Live Chat