Mengapa Sendi Berbunyi Ketika Ditekuk atau Ditarik?

Kita semua pasti pernah menekuk atau menarik jari-jari tangan hingga berbunyi ‘ceklik’, atau membengkokkan pinggang hingga berbunyi ‘krek’ atau ‘kruk’. Mengapa saat melakukan itu ada bunyi yang menyertai? Mengapa setelah melakukannya kita harus ‘menunggu’ untuk bisa membunyikannya lagi?

Sendi (artikulasi) adalah perhubungan antar dua tulang sehingga tulang dapat digerakkan.  Sendi terdiri atas beberapa komponen:

  • Kapsula sendi, yaitu kapsul berserabut yang menyelimuti sendi.
  • Ligamen (ligamentum), yaitu jaringan berbentuk pita yang tersusun dari serabut-serabut liat yang mengikat tulang satu dengan tulang lainnya.
  • Tulang rawan hialin (kartilago hialin), yaiitu jaringan tulang rawan yang menutupi kedua ujung tulang. Berguna untuk menjaga benturan.
  • Cairan sinovial, berfungsi sebagai cairan pelumas pada kapsula sendi.

Sebagai pertemuan dua tulang yang senantiasa digerakkan, antara dua tulang tersebut tentu saling bergesekan. Seperti halnya mesin motor yang membutuhkan pelumas, sendi pun memiliki pelumas untuk menjaga kedua tulang dari gesekan yang terjadi. Pada sendi, cairan yang berfungsi sebagai pelumas adalah cairan sinovial.

Mengapa sendi berbunyi saat ditekuk atau ditarik? Pada saat kita menekuk atau menarik sendi, ruangan antara dua tulang pun merenggang. Hal ini menyebabkan gas (okesigen dan karbondioksida) yang terlarut dalam cairan sinovial membentuk gelembung gas tersendiri. Nah, suara terbentuknya gelembung inilah yang mengeluarkan bunyi ‘klik’, ‘kruk’, atau ‘krek’ itu.

Lalu mengapa kita tidak bisa membunyikannya lagi sesaat setelah dibunyikan? Setelah gelembung gas terbentuk, maka dibutuhkan waktu beberapa lama agar gas tersebut kembali larut dalam cairan sinovial.

Apa efek sampingnya? Berbahayakah?

Banyak yang beranggapan kalau membunyikan jari-jari kriak-kriuk itu tidak baik dan bahkan ada yang bilang itu berbahaya. Tapi benarkah? Tidak. Membunyikan sendi tidaklah berbahaya, sebaliknya justru hal ini justru berefek baik. Apa itu?

Pertama, membunyikan sendi akan terasa enak dan membuat lega. Mengapa demikian? Seperti saat kita menggeliat (stretching), membunyikan sendi juga akan meregangkan sendi-sendi itu sendiri dan bagian-bagian sekitarnya. Hal ini membuat kita merasa enak dan lega.

Kedua, dengan meregangnya persendian dan terbentuknya gelembung gas dari yang sebelumnya larut dalam cairan, maka tekanan pada sendi pun berkurang. Hal ini menyebabkan ruang gerak sendi bertambah, atau dengan kata lain menambah rentang gerak pada sendi.

Meskipun membunyikan sendi umumnya tidak berbahaya, namun berhati-hati bagi yang tidak biasa melakukannya. Bagi yang biasa melakukannya mungkin itu menyenangkan, namun bagi yang tidak biasa mungkin akan terasa sakit bahkan kadang menyebabkan bengkak. Bahkan seseorang yang pernah mempunyai kebiasaan itu namun tidak melakukannya lagi setelah sekian lama, dia pun kadang akan merasa sakit ketika melakukannya lagi, atau paling tidak merasa tidak nyaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Live Chat

Join the Live Chat