Jangan Suka Memfitnah, Nyamuk Tak Pernah Menggigit

Mengapa saya membuat judul seperti itu? Karena kita memang terbiasa memfitnah nyamuk. Kita sering mengatakan “digigit nyamuk”, bahkan anak-anak kecil pun sudah diajari ‘memfitnah’ dan ‘berprasangka buruk’ dengan lirik lagu Ninabobo. Mengapa berprasangka buruk? Karena tidak ada buktinya alasan nyamuk menggigit adalah karena korban tidak tidur. Dan mengapa ‘memfitnah’? Karena sesungguhnya nyamuk tidak pernah menggigit. Nyamuk memang menghisap darah kita, tapi tidak seperti drakula yang menggigit leher korban menggunakan taringnya, nyamuk tidak menggunakan gigi untuk menghisap darah manusia.

Lalu bagaimana proses nyamuk menggigit, eh menghisap darah manusia?

Perlu diketahui, sebenarnya tidak semua nyamuk menghisap darah, hanya nyamuk betinalah yang menghisap darah. Mengapa? Karena darah mengandung protein yang dibutuhkan nyamuk betina untuk proses perkembangbiakan (memproduksi telur). Perkembangbiakan? Benar, tidak seperti yang kita sangka selama ini, ternyata darah bukanlah  makanan bagi nyamuk. Makanan nyamuk adalah sari bunga dan cairan manis dari buah-buahan. Setelah dewasa, nyamuk akan berpasangan, dan nyamuk betina akan bertelur setiap tiga hari, dan selama itu akan terus menghisap darah hingga tamat riwayatnya pada usia 3 minggu.

Karena nyamuk hanya nyamuk betina yang menghisap darah, morfologi belalai nyamuk jantan dan betina pun berbeda. Berikut adalah contoh perbedaan bentuk belalai nyamuk biasa dan nyamuk annopheles jantan dan betina:

Untuk menghisap darah, nyamuk menggunakan belalai (phoboscis) yang di ujungnya terdapat dua pipa (untuk menghisap darah dan mengeluarkan cairan anti beku), dua gergaji dan pisau untuk melukai permukaan kulit. Nyamuk yang sudah mendarat dipermukaan kulit akan mulai menggergaji permukaan kulit (lapisan epidermis). Secara alamiah, tubuh akan membekukan darah untuk menyembuhkan luka, tetapi nyamuk mempunyai penangkal untuk ini, yaitu dengan cairan anti beku (anticoagulants) yang dikeluarkan dari salah satu pipa belalainya (inilah yang menyebabkan rasa gatal dan mungkin bentol). Setelah berhasil menembus lapisan epidermis, maka belalai akan mencapai lapisan dermis, di mana terdapat pembuluh darah kapiler yang mengandung darah untuk kemudian dihisap menggunakan ujung pipa penghisap.

Tunggu! Bagaimana nyamuk tahu letak tepatnya pembuluh kapiler? Sebenarnya nyamuk tidak tahu, tapi mencari-cari dengan belalainya. Saat nyamuk hinggap di badan kita, saat itu beliau tidak langsung menghisap darah. Pertama kali, tentu saja seperti disebutkan di atas, mencoba masuk dengan belalainya. Setelah berhasil masuk, ujung belalai mencari-cari pembuluh darah kapiler yang bisa dihisap. Setelah ketemu, baru deh dihisap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Live Chat

Join the Live Chat