Mari Berkenalan dengan Dracula

Siapa yang tidak pernah mendengar nama Dracula? Nama ini sangat identik dengan sosok vampir, manusia penghisap darah. Vampir ataupun manusia penghisap darah, semuanya hanyalah fiktif dan hanya ada dalam film atau novel. Tapi tahukah anda kalau Dracula sesungguhnya bukanlah nama fiktif belaka, dan sebaliknya nama itu sangat familiar di kalangan sejarawan karena memang terpatri begitu dalam di sejarah Eropa? Ya, Dracula yang sesungguhnya bukanlah sosok fiktif, tapi tokoh sejarah ‘penting’. Saya tulis ‘penting’ dalam tanda petik karena maksud saya bukanlah orangnya yang penting, tapi memang penting untuk tidak menghapusnya dari sejarah. Sejarah yang bukan sekedar sejarah, tapi sejarah yang kelam dan kejam. Baiklah, mari kita berkenalan dengan tokoh yang dipanggil Dracula ini….

Namanya adalah Vlad, anak dari penguasa Wallachia Vlad II Dracul. Setelah menggantikan ayahnya kemudian bergelar Vlad III. Nama Dracula diambil dari nama ayahnya, Dracul (bahasa Latin) yang artinya naga (dragon). Dracula artinya anak sang naga. Mengapa ayahnya memakai nama itu? Karena ayahnya adalah pengikut Ordo Dragon (Order of The Dragon). Ordo Dragon adalah Persatuan Ksatria yang disumpah untuk mempertahankan Wilayah Kristen dari gangguan Utsmani. Selain nama Dracula, Vlad juga terkenal dengan nama Vlad Tepes atau Vlad The Impaler, dan orang-orang Turki menyebutnya Kazıklı Voyvoda. Tepes atau Impaler berarti penyula, Kazıklı Voyvoda berarti Pangeran Penyula. Mengapa dia dijuluki demikian? Nanti kita bahas. Vlad juga dikenal sebagai Vlad the Voivode of Wallachia (“voivode” berarti “pangeran” and “pahlawan perang” dalam bahasa Rumania).

Saat usia 13 tahun, Vlad dan saudaranya Radu, oleh ayah mereka Vlad II Dracul diserahkan pada Kakhalifahan Utsmani. Vlad II Dracul yang telah dibantu Kesultaan Turki mengalahkan Hongaria diberi hak memimpin Wallachia, dan dalam rangka menjaga keamanan Utsmani dan membuktikan loyalitas Vlad II inilah maka kedua anaknya diserahkan pada Turki. Vlad menghabiskan enam tahun (1442-1448) hidup bersama orang-orang Turki dan para pangeran Sultan. Dia dan saudaranya belajar logika, agama Islam, dan bahasa (diceritakan bahwa Vlad lancar berbahasa Turki). Berbeda dengan saudaranya yang senang tinggal di istana bersama orang-orang Turki, Vlad selalu memberontak dan sering dihukum karena kelakuan buruknya. Hal ini diperkirakan menjadi salah satu penyebab sifat dan kelakuan sadisnya di kemudian hari.

Vlad III Dracula The Impaler

Berkebalikan dengan Vlad, Radu berperilaku baik dan bahkan bersahabat dengan para pangeran Utsmani dan masuk Islam. Radu bahkan dijuluki Radu cel Frumos atau Radu yang Tampan. Semua hal itu semakin menimbulkan kebencian Vlad pada Utsmani dan kecemburuan pada saudaranya sendiri. Selain kepada Radu, Vlad juga merasa iri pada saudara tirinya Mircea II dan Vlad Călugărul. Vlad pun tidak mempercayai ayahnya sendiri, Vlad II yang telah menyerahkannya pada Sultan Utsmani. Lengkap? Belum. Kematian ayahnya dan saudara-saudara tirinya karena pemberontakan juga ikut mendukung tumbuhnya kekejaman pada diri Vlad.

Pemberontakan ini terjadi pada Desember 1447. Para bangsawan yang didukung oleh Janos Hunyadi (dari kerajaan Hongaria) memberontak pada Vlad II. Ayah Vlad dan Radu ini dibunuh di dekat Baiteni, sementara saudara tiri Vlad yang tertua, Mircea dikubur hidup-hidup di Targosviste. Setelah pemberontakan ini, Janos Hunyadi mengangkat Vladislav II menjadi penguasa yang baru menggantikan Vlad II.

Kesultanan Utsmani tidak tinggal diam. Mereka menyerang Wallachia pada tahun 1448 dan menempatkan Vlad sebagai penguasa. Tapi beberapa bulan kemudian Janos Hunyadi kembali menyerang dan Vladislav II pun kembali berkuasa, sedangkan Vlad III melarikan diri ke Moldavia. Di sana Vlad mendapatkan perlindungan dari pamannya, Bogdan II. Namun pada tahun 1451 pamannya ini dibunuh oleh Peter III Aaron. Vlad III pun pergi ke Hongaria. Di sana Vlad justru disambut oleh Janos Hunyadi dan dijadikan sekutu. Hal ini tak lepas karena pengalaman Vlad III akan Kesultanan Utsmani (karena pernah tinggal bersama dengan mereka) yang membuat Hunyadi tertarik. Vlad pun dijadikan penasehat.

Pada tahun 1456, Kesultanan Utsmani berhasil menaklukkan Hongaria. Hal ini memberikan kesempatan pada Vlad untuk kembali ke Wallachia dan merebutnya dari tangan Vladislav II. Vlad pun membunuh Vladislav II dan menjadi penguasa Wallachia. Nah, pertunjukan sadis pun dimulai.

Ilustrasi Vlad Dracula The Impaler oleh Scott Jackson

Vlad menjadi penguasa Wallachia, yang mungkin adalah penguasa terkejam sepanjang sejarah. Vlad menghukum orang-orang dengan cara disula (impale). Sula atau impale adalah eksekusi dengan cara menusukkan tiang pancang sebesar lengan ke dubur hingga menembus dan keluar melalui mulut, leher, dada, atau punggung. Bayangkan betapa sadisnya. Dan yang lebih mengerikan lagi, Vlad melakukan hal ini pada ratusan ribu orang yang kebanyakan tidak bersalah!

Korban pertama kekejaman Vlad adalah para bangsawan Wallachia yang tadinya mendukung Vladisav II, yang berarti adalah musuh-musuh Vlad. Jika Vlad memenjarakan mereka mungkin ini hal yang wajar. Vlad pun membagi-bagikan tanah para bangsawan ini pada para petani kecil yang mendukungnya. Ini salah satu yang menjadi dasar rakyat Rumania saat ini menyanjungnya sebagai pahlawan nasional.

Tapi kekejaman Vlad tidak hanya berlaku pada para bangsawan itu. Vlad memberlakukan hukuman yang berat kepada para pelanggar hukum, bahkan menyula mereka yang tidak bersalah. Salah satunya seperti yang tertulis di pamflet di Jerman: “He roasted children, whom he fed to their mothers. And (he) cut off the breasts of women, and forced their husbands to eat them. After that, he had them all impaled. (Dia memanggang anak-anak, kemudian menyuruh sang ibu memakannya. Dia memotong dada perempuan, kemudian memaksa sang suami memakannya).

Ukiran Jerman yang menggambarkan Vlad Dracula sedang makan malam di antara bangkai para korban sulanya.

Di antara mereka yang menjadi korban kekejaman Vlad Dracula, tentu saja adalah yang paling dibencinya: orang-orang Turki Utsmani. Vlad membakar para pemuda pelajar Turki di Wallachia dan menyula 30.000 pedagang Turki. Kekejaman Vlad Dracula tentu saja mengusik Kesultanan Turki, dan Sultan pun mengirimkan utusannya. Ttetapi Vlad malah memaku kepala utusan Sultan Turki yang lupa melepas topinya.

Sultan Turki kembali mengirimkan utusan dan pasukannya untuk berdamai dengan Vlad. Namun justru Vlad menjebak mereka yang terdiri atas 1000 pasukan berkuda dan dipimpin oleh Hamza, Bey Nicopolis. Pasukan Vlad mengepung dan menyula mereka. Sosok Bey Hamza disula dengan pancang paling tinggi.

Musim dingin 1462, Vlad melalui Sungai Danube dan meluluhlantakkan seluruh daratan Bulgaria dan wilayah antara Serbia dan Laut Hitam. Dengan menyamar sebagai orang Turki yang tentu saja mudah baginya, dia menyusup dan menghancurkan kamp-kamp prajurit Utsmani. Dalam surat yang ditujukan untuk Corvinus tertanggal 2 Februari, dia menulis: “I have killed peasants men and women, old and young, who lived at Oblucitza and Novoselo, where the Danube flows into the sea… We killed 23,884 Turks without counting those whom we burned in homes or the Turks whose heads were cut by our soldiers…Thus, your highness, you must know that I have broken the peace. (Aku sudah membunuh para petani, laki-laki maupun perempuan, tua ataupun muda, yang tinggal di Oblucitza dan Novoselo, di mana air Sungai Danube mengalir ke sungai. Kami membantai 23.884 orang Turki, tidak termasuk mereka yang terbakar di rumah dan yang kepalanya terpenggal oleh tentara kami. Maka dari itu, Yang Mulia, Anda harus tahu kalau aku sudah menghancurkan perdamaian.)

Bersambung……

2 Responses to Mari Berkenalan dengan Dracula

  1. Mukti says:

    The Chronicles of Ghazi, novel yang menceritakan Muhammad Al-Fatih dan Vlad III Dracula. Sudah ada 4 Jilid dan masih bersambung. Dan Alhamdulillah sudah baca ke 4 jilid tersebut, sekarang lagi nunggu jilid yang ke 5.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Live Chat

Join the Live Chat