Bajak Laut, Penjahat Paling Dicintai

Dalam dunia fiksi, baik yang fiksi murni maupun yang diadaptasi dari kisah/sejarah nyata, penokohan sosok jahat menjadi sosok protagonis sudah menjadi hal yang biasa. Dari kisah seorang preman biasa, pembunuh berdarah dingin sampai anggota mafia, penonton diajak untuk ‘membela’ tokoh jahat tersebut. Dari tokoh-tokoh jahat yang pernah menjadi sosok protagonis, tetap saja bagi semua orang penjahat tetaplah penjahat. Tidak ada orang waras yang menyukai apalagi ingin menjadi penjahat.

Namun ada satu sosok penjahat yang memiliki sangat banyak penggemar. Seperti judul artikel ini, sosok penjahat ini adalah bajak laut. Saking digemarinya, bahkan banyak anak kecil yang bercita-cita menjadi bajak laut. Lihatlah, apa ada profesi penjahat lain yang menjadi cita-cita?

Entah bagaimana awalnya, mungkin karena banyaknya cerita fiksi, buku atau film yang menceritakan kehebatan sosok bajak laut; atau sebaliknya: begitu hebatnya sosok bajak laut di bayangan orang-orang, sehingga muncul berbagai kisah fiksi yang mengagungkan sosok bajak laut ini. Bagaimanapun awalnya,  yang jelas saat ini semakin banyak kisah yang mengambil sosok bajak laut sebagai tokoh utamanya.

Kita tentu semua tahu rangkaian film Pirates of The Caribbean yang begitu sukses hingga empat film. Menonton film itu, kita selalu diajak berpihak pada Captain Jack Sparrow yang jelas-jelas seorang perompak alih-alih membela para tentara Britania. Begitu juga di serial manga dan anime terkenal: One Piece. Serial ini menceritakan tentang Monkey D. Luffy yang bercita-cita menjadi bajak laut terhebat dan meraih One Piece. Baik Jack Sparrow maupun Luffy, mereka diceritakan sebagai pribadi yang sebenarnya baik. Kalau dipikir-pikir aneh sih, penjahat tapi baik. Tapi begitulah cerita fiksi.

Jack Sparrow di Pirates of The Caribbean

Lupakan Pirates of The Caribbean ataupun One Piece yang memang menggambarkan bajak laut bukan sosok yang pantas ditakuti. Mari kita lihat Captain Hook dalam kisah Peter Pan. Di sana Captain Hook digambarkan sebagai tokoh antagonis dan jahat. Namun toh nyatanya banyak anak kecil yang menggemari bajak laut ini.

Begitu cintanya orang-orang pada sosok bajak laut, anak-anak sering diajari dan diajak berakting layaknya bajak laut. Bermata satu dengan topi khasnya, menjadi kapten kapal dan bertualang mengarungi lautan. Memang, jiwa anak-anak yang masih penuh dengan imajinasi dan selalu ingin bertualang menjadikan mereka mudah mengidolai sosok bajak laut. Bahkan anime One Piece termasuk salah satu yang diinginkan oleh para penggemarnya untuk ditonton anak-anaknya kelak. Alasannya tentu saja karena mereka ingin anak-anaknya memiliki jiwa petualang seperti tokoh-tokoh dalam cerita One Piece.

Lalu, apa masalahnya jika mereka mencintai tokoh bajak laut? Toh yang mereka idolakan hanyalah sosok fiksinya, bukan bajak laut asli seperti yang ada di lautan Somalia itu. Dan yang mereka sukai dari sosok bajak laut bukanlah kekejaman dan kejahatannya, namun semangat dan jiwa petualangnya. Apa itu salah?

Kelompok Bajak Laut Luffy di One Piece

Mungkin tidak salah. Tapi saya ingin bertanya, apa kita sudah kehabisan sosok yang memang patut diidolakan jiwa penjelajahnya selain sosok bajak laut? Mengapa kita tidak mengidolakan para penjelajah yang bukan penjahat, yang banyak kita jumpai di buku-buku sejarah? Misalnya Mahapatih Gajahmada dengan cita-citanya menyatukan Nusantara di bawah Majapahit? Atau Pati Unus yang bergelar Pangeran Sabrang Lor yang pernah mengarungi Laut Jawa menuju Malaka untuk menyerang Portugis? Atau kalau tidak mau yang lokal, mungkin Cristopher Columbus atau Amerigo Vespucci?

Tapi memang begitulah sifat manusia, selalu lebih mudah mencintai yang fiksi. Tidak bisa disalahkan, karena biasanya para tokoh nyata memiliki banyak kekurangan, sedangkan tokoh fiksi selalu sempurna, tergantung siapa yang membayangkannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Live Chat

Join the Live Chat