Tips Aman Mudik Menggunakan Motor

Ramadhan sebentar lagi, lebaran sebentar lagi, liburan sebentar lagi, musim mudik sebentar lagi. Membicarakan mudik, kali ini saya akan membagikan tips bagaimana mudik yang aman menggunakan sepeda motor. Tips ini berdasarkan pengalaman pribadi saya beberapa kali melakukan perjalanan mudik/balik menggunakan motor dari/ke Medan ke/dari kampung saya tercinta di Riau. Semua perjalanan itu saya lakukan seorang diri tanpa seorang teman pun.

Bagi saya, mudik menggunakan motor bukan hanya masalah ongkosnya yang lebih murah dibandingkan  dengan naik bus atau transportasi lainnya, tetapi ini juga tentang kepuasan batin. Percaya atau tidak, mudik menggunakan batin jauh lebih menyenangkan dibanding menggunakan angkutan umum. Akan banyak hal baru yang bisa kita jumpai sepanjang perjalanan. Oke, kita mulai saja..

  • Perhitungkan jarak yang akan ditempuh

Sebelum memutuskan untuk mudik menggunakan motor, perhitungkan dulu jarak yang akan anda tempuh. Apa cukup ditempuh dalam satu hari? Atau akan memakan waktu berhari-hari? Jika jarak terlalu jauh mungkin sebaiknya anda mudik menggunakan transportasi lain.

  • Perhitungkan waktu dan perhatikan cuaca

Waktu di sini maksudnya adalah hari dan jam keberangkatan. Kondisi lalu lintas di hari kerja tentu saja berbeda dengan hari libur. Jam keberangkatan tidak saja berkaitan dengan kondisi lalu lintas, tapi juga cuaca. Pilihlah berangkat pada pagi hari, setelah subuh maupun setelah matahari terbit. Hal ini untuk menghindari cuaca panas pada siang hari. Kalaupun perjalanan akan memakan waktu sampai malam hari, toh setidaknya tidak akan sampai dini hari (jika berangkat siang hari). Kalau bisa, hindari perjalanan pada malam hari. Selain kondisi jalan yang gelap, faktor keamanan juga harus diperhatikan. Yang terakhir soal cuaca, perkirakan cuaca hari itu, apakah akan cerah sepanjang hari, atau sepertinya akan hujan? Tentu saja sulit untuk memperkirakan cuaca sepanjang perjalanan, untuk itu perkirakan saja cuaca di tempat keberangkatan.

  • Pemudik dan motor harus dalam keadaan sehat wal afiat

Yang pertama tentu saja keadaan pemudik dan motor yang digunakannya, keduanya harus dalam keadaan baik. Untuk pemudiknya, mungkin masing-masing bisa merasakannya, namun untuk motor tidak cukup hanya dengan dirasakan. Service motor anda agar anda benar-benar yakin dengan kesehatan motor anda. Motor yang sudah renta lebih baik jangan digunakan untuk perjalanan jauh.

  • Bawa perlengkapan dan perbekalan perjalanan

Yang harus anda bawa adalah air minum. Anda jangan mengabaikan minum sepanjang perjalanan untuk menghindari dehidrasi. Jas hujan juga diharuskan untuk mengantisipasi cuaca yang tak diperkirakan. Jangan lupa juga jaket, sarung tangan, dan masker. Perlu anda ketahui, kulit yang tidak terlindungi bisa terbakar saat melakukan perjalanan. Saat anda baru tiba dari perjalanan mungkin hanya terlihat kemerahan, namun selanjutnya akan menghitam seperti tangan saya di bawah ini….

Itu adalah tangan saya ketika baru sampai dari perjalanan tanpa menggunakan sarung tangan. Tanda ini kemudian menghitam, mengelupas, dan baru menghilang bekasnya setelah beberapa bulan.

Jangan gunakan sepatu biasa. Hal ini untuk menghindari hal yang tidak nyaman jika turun hujan. Sepatu yang basah tentu saja membuat nyaman. Memakai sandal juga membuat kaki anda tidak tertutup sepenuhnya. Lebih baik jika anda memakai semacam sepatu bot.

  • Bawa barang bawaan seadanya

Jangan membawa barang bawaan terlalu banyak. Gunakan ransel untuk membawa barang-barang anda, tapi jangan sampai anda merasa berat. Jika barang yang akan anda bawa lumayan banyak, lebih baik gunakan boks barang.

  • Jangan tergesa-gesa

Yang saya maksud di sini adalah ngebut. Kendarai motor senyaman mungkin. Ngebut bukan hanya mengabaikan sisi safety, tapi juga membuat anda merasa cepat capek. Ini bukan berarti anda harus selalu berlambat-lambat. Saat lalu lintas sepi dan jalan mulus, itu adalah waktu yang tepat untuk menancap gas. Namun tetap, harus berhati-hati.

  • Selalu perhatikan bahan bakar

Jangan menunggu sampai bahan bakar hampir habis. Isi bahan bakar jika sudah kurang dari setengah. Ini untuk berjaga-jaga karena kita tidak tahu sepanjang perjalanan apakah akan ada SPBU. Selalu isi penuh bahan bakar anda.

  • Selalu perhatikan keadaan lalu lintas dan jalan

Saat lalu lintas ramai, jangan memaksakan diri untuk selalu mendahului kendaraan di depan anda. Saat jalanan banyak berlubang, jangan terlalu dekat dengan kendaraan di depan anda. Selalu jaga jarak. Harus ekstra hati-hati saat jalanan licin karena hujan.

  • Jangan lupakan makan dan istirahat

Sebelum berangkat, perut anda harus sudah diisi. Saatnya makan siang, anda pun harus berhenti untuk makan siang. Berhenti untuk istirahat sesekali juga bagus, sekalian isi bahan bakar misalnya. Atau saat berada di lokasi dengan pemandangan yang indah, anda bisa berhenti sebentar untuk menyegarkan mata dan mungkin ber-selfie ria. Untuk jarak perjalanan yang jauh, segera istirahat sebelum matahari terbenam, segera cari tempat untuk menginap. Jangan paksakan diri meskipun anda hampir sampai. Jangan pernah berpikir “tanggung, dikit lagi sampai”.

  • Cari teman seperjalanan

Sangat baik jika anda memiliki teman yang mau diajak seperjalanan dengan anda. Selain terasa lebih aman, perjalanan juga terasa lebih menyenangkan. Tapi teman seperjalanan tidak harus teman yang berangkat bersama dengan kita. Di tengah perjalanan, saya sering mendapat teman seperjalanan meskipun tidak satu tujuan. Saat istirahat kita bisa berkenalan dan jadi tahu tujuan perrjalanan masing-masing. Ya, paling tidak selama satu-dua jam ada teman seperjalanan.

  • Berboncengan itu lebih melelahkan

Meski memiliki teman seperjalanan itu menyenangkan, tapi saya tidak menyarankan untuk berboncengan. Ya, karena berboncengan itu lebih melelahkan dibanding mengendarai sendiri. Umumnya orang berpikir berboncengan lebih hemat tenaga, karena bisa bergantian mengendarai atau dibonceng. Tapi percayalah, nyatanya berboncengan ituu lebih melelahkan.

  • Berhenti saat hujan

Meskipun di atas saya sarankan untuk membawa jas hujan, namun saya lebih menyarankan untuk memilih berhenti daripada melawan hujan deras. Anda bisa kembali melanjutkan perjalanan saat hujan mereda atau sudah tidak lebat lagi dengan menggunakan jas hujan.

Nah, itu adalah beberapa tips agar aman mudik menggunakan motor. Semuanya berdasarkan pengalaman saya sendiri. Mungkin ada yang ingin menambahi?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Live Chat

Join the Live Chat