Apa yang Dilakukan Semut Saat Bertatapan?

Siapa yang tidak mengenal semut? Semua mengenal semut, meski tidak pernah berkenalan dan tukar nomor hp dengan mereka. Semut adalah hewan serangga dari suku Formicidae, bangsa Hymenopera. Semut memiliki lebih dari 12.000 species, dari satu juta lebih jenis serangga (insecta).

Jika kita perhatikan, semut senantiasa hidup berkelompok (berkoloni), selalu terlihat sibuk bergotong royong mencari makanan maupun membangun sarang. Ada banyak keajaiban yang bisa kita lihat pada semut. Pertama sekali tentu saja sifat gotong royong, kerjasama, dan kerja keras yang selalu mereka tunjukkan. Namun jika kita menyempatkan waktu lebih lama memperhatikan tingkah laku semut, ada lebih banyak lagi keajaiban.

Terkadang kita melihat seekor semut kecil berjalan sambil menggotong atau menyeret sebutir nasi atau remahan makanan lainnya yang ukurannya jauh lebih besar dari badannya. Bagaimana semut bisa melakukan itu? Tubuh semut dianugerahi kekuatan yang luar biasa. Seekor semut bisa mengangkat beban yang beratnya hingga lima puluh kali berat tubuhnya. Jika dianalogikan, itu sama dengan seorang anak kecil mengangkat sebuah mobil.

Selain kekuatannya, kita juga terkadang bertanya-tanya dendan tingkah semut. Yang paling sering kita lihat adalah bagaimana setiap semut berpapasan dengan sesamanya, maka mereka berhenti, seolah mereka bersalaman, berpelukan, cipika-cipiki, atau mungkin ngobrol. Apa sih yang sebenarnya mereka lakukan? Apa mereka juga seperti manusia yang jika bertemu teman di jalan langsung say hello dan tos dulu sebelum melanjutkan perjalanan? Bukankah semut-semut itu sedang sibuk bekerja? Kalau mereka sempatkan ngobrol di jalan, bukankah itu menunda pekerjaan? Padahal semut terkenal dengan reputasi kerjanya. Lalu apa yang mereka lakukan sebenarnya?

 

Seperti manusia dan makhluk hidup lainnya, semut juga berkomunikasi dengan sesamanya. Jika manusia berkomunikasi dengan lisan, tulisan, maupun isyarat, semut pun memiliki caranya tersendiri. Ketika semut berpapasan dan saling bersalaman, mereka sebenarnya sedang bertukar informasi. Lebih tepatnya seekor semut memberitahukan temannya akan adanya makanan atau musuh di arah yang sudah ditandai oleh semut informan tersebut.

Ditandai? Ya , semut yang menemukan makanan akan menandai arah dan jalannya dengan semacam zat yang keluar dari tubuhnya. Itu sebagai petunjuk bagi semut yang lain. Coba perhatikan rute semut yang beriringan, jika ‘jalan’ itu kita potong dengan cara mengelap apalagi mengepelnya, maka hasilnya rute itu akan buyar. Memang, semut yang ada pasti lenyap dan sisanya lari ketakutan. Tapi setelah ‘bencana’ itu berlalu, seharusnya mereka bisa langsung kembali bekerja seperti sediakala. Namun tidak demikian yang terjadi, semut memerlukan waktu lagi untuk mencari jalan dan menandainya, sehingga terbentuk rute yang kadang berbeda dengan rute sebelumnya.

Lalu bagaimana semut berkomunikasi dengan sesamanya? Bagaimana mereka memberitahu temannya akan adanya makanan atau musuh? Tentu saja dengan antenanya. Seperti serangga yang lain, semut mempunyai antena di kepalanya yang memiliki banyak fungsi.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Live Chat

Join the Live Chat