Benarkah Tubuh Kita Simetris?

Secara umum, kita mengetahui tubuh kita (manusia) simetris, yaitu bagian kanan sama dengan bagian kiri, seolah bagian tengah tubuh kita adalah cermin yang membagi dua bagian yang sama antara bagian kanan dan kiri. Namun mungkin banyak juga yang menyadari kalau sesungguhnya tubuh kita tidaklah se-simetris itu.

Seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan, tubuh manusia mengalami banyak hal dan faktor yang mempengaruhii perbedaan pertumbuhan dan pekembangan itu sendiri. Misalnya saja tangan kanan yang lebih sering digunakan akan menyebabkan otot-ototnya lebih besar dari tangan kiri, atau sebaliknya bagi yang kidal; penyakit yang menyebabkan terganggunya pertumbuhan bagian tertentu seperti polio, gondok, tumor; atau faktor luar seperti kecelakaan juga akan menyebabkan tubuh tidak simetris.

Bagaimana dengan tubuh bayi yang baru lahir? Bukankah Tuhan menciptakan makhluknya dengan sempurna? Sempurna tidak berarti harus simetris. Justru sebaliknya, jika semua simetris berarti Sang Pencipta tidak kreatif.

Bayi baru lahir yang belum mengalami pertumbuhan, perkembangan, penyakit, dan pengalaman apa-apa juga tidaklah simetris. Bagaimana kita bisa tahu?

Dari luar, mungkin tubuh kita tampak simetris, apalagi bayi yang baru lahir. Tapi bagaimana dengan bagian dalam tubuh kita? Bagi yang sudah mempelajari organ dalam tubuh manusia di sekolah, tentu saja menjawab tidak. Jantung manusia yang hanya satu terletak di bagian kiri dada. Di dalam perut atas bagian kiri ada lambung, di sebelah kanannya ada hati. Begitu juga bagian dalam dari bagian tubuh lain, seperti otak yang ada di kepala. Banyak yang mempunyai perbedaan antara kanan dan kiri sesuai dengan fungsinya masing-masing.

Ketidaksimetrisan organ dalam tubuh manusia ini dihubungkan dengan teori mengenai titik (node) pada embrio. Node yang berupa rambut-rambut halus atau cilia berputar terus-menerus dengan kecepatan sepuluh kali putaran per detik (10 rpm). Putaran ini menyebabkan cairan dari bagian kanan embrio berpindah ke bagian kiri. Inilah awal dari ketidaksamaan antara bagian kiri dan kanan embrio. Sejak fase ini, masing-masing bagian membentuk organ dalam yang berbeda-beda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Live Chat

Join the Live Chat